CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Friday, May 13, 2011

..copy paste_

Adinda Tersayang

Besok abang akan pergi

Bukan untuk mencari sebongkah berlian

Tetapi untuk mencari sebongkah iman

Bang Toyyib pergi tak pulang-pulang

Tetapi abang belum bisa seperti itu

Abang kalau buat dakwah masih pulang

Sabar sayang abang pasti pulang

Pulang bawa baju yang penuh debu dijalan Allah

Pulang bawa segala kerisauan ummat

Pulang bawa sebongkah iman

Adinda ku yang cantik

Kalau engkau rindu padaku

Janganlah engkau tatap gambarku

Tetapi bukalah Al Qur’an

Bacalah ayat demi ayat

Adinda ku yang manis

Kalau engkau rindu padaku

Janganlah engkau sebut namaku

Tetapi Sebutlah nama Allah

Perbanyaklah Istigfar

Jikalau tidak ada makanan dirumah kita

Janganlah engakau adukan kepada tetangga

Tetapi adukanlah kepada Allah

Karena hanya Allah tempat meminta dan bersandar

Jikalau ada masalah

Janganlah engakau adukan kepada manusia

Tetapi adukanlah kepada Allah

Karena hanya Allah lah yang maha menyelesaikan masalah

Biarlah kita terpisah-pisah dunia

Karena membela agama Allah

Asal nanti di surga

Kita disatukan Allah SWT

Adinda Tersayang

Walaupun hari ini bidadari turun kedunia

Aku tidak akan tergoda

Karena akau tahu betul engkau nanti akan menjadi ratunya bidadari

Bagai mana mungkin lagi aku terpesona dengan bidadari

Masih jelas terbayang dalam ingatanku

Waktu pertama kita berjumpa

Senyummu yang manis telah menggoyahkan imanku

Wajahmu yang cantik telah menggetarkan hatiku

Wajah yang cantik dan manis itu tiadalah artinya bagiku

Sejak ku tahu kalau engkau Hafizah dan Alimah

Jauh sebelum kita berjumpa

Ayahmu telah mengatakan engkau Hafizah dan Alimah

Didalam hati aku berkata “Alhamdulillah”

Calon istriku seorang Hafizah dan Alimah

Walaun wajahnya jelek aku siap menerima

Walaupun senyumnya kecut akan aku terima

Tetapi setelah berjumpa denganmu

Allah SWT memberikan saya

Makhluk Tuhan yang paling cantik dan manis

Hati ini rasanya mau menangis karena bahagia

Cantik dan manis senyummu

Telah menghilankan gundah gulana didalam hatiku

Pernah aku mendengar penyampaian dalam bayan

Mencium istri itu sama dengan mencium Hajaral Aswat

Makanya paling minimal 70 kali sehari aku mencium mu. He he

Mulai besok tidak akan ada lagi yang akan mencium kening dan pipimu

Adinda Tersayang

Aku bersyukur kepada Allah SWT

Karena telah memberikan wanita sepertimu

Nabi Ibrahim as telah tinggalkan anak dan istrinya

Dilembah yang tidak ada kehidupan

Hari ini pun kutinggalkan engkau dirumah kita yang sederhana

Yang kosong dari benda-benda dunia

Nabi Ibrahim as telah tinggalkan anak dan isterinya

Tanpa wang dan perbekalan

Hari ini pun kutinggalkan engkau hanya beberapa Rupiah saja

Tetapi hanya itulah yang aku punya

Aku memang belum bisa seperti Ibrahim as

Engkaupun bukan seperti Siti Hajar

Tetapi aku yakin Allah akan bantu hambanya

Janji Allah itu pasti dan pasti.

Adinda Tersayang

Jangan tinggalkan taklim rumah

Supaya suasana malaikat ada dalam rumah kita

Rumah yang dihidupkan taklim

Malaikat akan senantiasa menjaganya

Canda ria yang setiap hari kita lakukan

Mulai besok sudah tiada lagi

Jangan engkau menagis wahai sayangku

Lihatlah rumahnya para sahabat

Yang suaminya jarang dirumah

Karena membela agama Allah

Mereka pergi bawa pedang

Yang tidak tahu kapan pulang

Abang pergi Cuma bawa buku taklim

Dan akan pulang dengan sejuta kasih sayang

Adinda Tersayang

Janganlah engkau menangis karena kepergianku

Karena aku memang tidak pantas untuk ditangisi

Ummat hari ini sudah jauh dari agama

Itulah yang pantas untuk ditangisi

Janganlah engkau bersedih karena kepergianku

Manusi hari ini sudah tidak kenal lagi agama

Itulah yang pantas untuk disedihkan

Adinda Tersayang

2/3 kekayaan kota Mekkah adalah milik ibunda Siti Khadijah

Tetapi semuanya telah dikorbankan untuk agama

Khadijah menangis karena sudah tidak ada lagi yang bisa dikorbankan untuk agama

Sekarang aku tidak mempunyai apa-apa lagi

Tetapi engkau masih terus memperjuangkan Agama ini

Sekiranya aku telah mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai

Sekiranya engkau hendak menyeberangi sebuah sungai, lautan

Engkau tidak mempunyai rakit atau jembatan

Maka engkau galilah lubang kuburku

Engkau gali

Engkau ambil tulang belulangku

Engkau jadikanlah sebagai jembatan untuk menyebrangi sungai itu

Untuk jumpa manusia ingatkan kepada mereka kebesaran Allah

Ingatkan kepada mereka yang hak

Ajak mereka kepada Islam wahai Rasulullah

Seorang suami yang agung seorang istri yang agung

Suami istri berpelukan sambil menangis memikirkan Agama ini

Agama tersebar hingga hari ini kita kenal Allah bukan dengan mudah

Agama sampai pada kehidupan Agama

Agama sampai pada kampung kita

Agama sampai masuk kedalam rumah-rumah kita

Agama sampai pada ke hati-hati kita

Bukan di bawa oleh burung

Bukan dibawah oleh angin

Bukan dibawah oleh air sungai yang mengalir

Tapi dibawah oleh pengorbanan Nabi dan para Sahabat

Dibawah oleh para janda-janda para sahabat

Dibawah oleh yatim-yatim para sahabat

Hari ini kita senang-senang amal Agama

Diatas penderitaan dan jeritan janda-janda dan yatim-yatim para sahabat

Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Khadijah

Hari ini kita senang amal-amal Agama diatas penderitaan Nabi SAW

Kalaulah hari ini kita tidak menghargai pengorbanan mereka

Apa yang harus kita jawab dihadapan Allah. Apa....?

Kalaulah kita jumpa Allah apa yang kita jawab dihadapan Nabi. Apa....?

Apa yang kita jawab didepan Abu Bakar. Apa....?

Yang menghabiskan seluruh harta bendanya untuk Agama ini

Apa yang akan kita jawab dihadapan sahabiyah. Apa....?

Yang mengorbankan suami nya syahid di jalan Allah

Apa yang akan kita jawab sekiranya kita jumpa anak-anak yatim para sahabat. Apa....?

Yang telah menggerakan ayahnya untuk memperjuangkan Agama ini

Adinda Tersayang

Agama tidak akan pernah wujud dalam kehidupan kita

Tanpa mengorbankan diri kita

Sudah menjadi syarat Agama akan wujud melalui pengorbanan

Hidayah akan datang dalam diri kita melalui pengorbanan

Agama akan tersebar hidayah akan tersebar diujung dunia melalui pengorbanan

Satu orang suami telah berkata :

“Adinda tersayang abang mau pergi bekerja”.

Istrinya pun faham dan melepas suaminya untuk bekerja

Diwaktu lain suami berkata :

“Adinda tersayang, abang hendak pergi ke Malaysia untuk bekerja, Selama 2 tahun”.

Demi uang ringgit yang tidak seberapa suami istri dan anak rela berpisah.

Satu orang suami telah berkata :

“Adinda tersayang abang mau pergi sekolah ke Inggris selama 2 tahun untuk ambil gelar S2”

Setelah abang tamat, abang akan menjadi menager yang gajinya 10 juta per bulan

Demi masa depan yang tidak pasti suami istri dan anak rela berpisah

Adinda tersayang

Hari ini aku akan pergi untuk memperjuangkan agama

Bukan untuk cari uang tetapi menghabiskan uang

Bukan untuk bekerja tetapi menghentikan pekerjaan

Bukan untuk senang tetapi untuk susah

Untuk menyempurnakan iman ku dan imanmu

Berapa banyak hari ini manusia yang sibuk menyempurnakan dunia

Ingin punya Istri yang sempurna

Ingin punya rumah yang sempurna

Ingin punya mobil yang sempurna

Makanan 4 sehat 5 sempurna

Rokok pun sempurna

Hingga lupa menyempurnakan iman

Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan!

Sejak ayat Ya ayyuhal Mudatsir turun

Nabi SAW langsung melipat bister tempat tidur

katakan kepada istrinya:

La Roihata ba’dal Yaum (Sejak hari ini tak ada lagi istirahat)

Wahai istriku La Roihata ba’dal Yaum, La Roihata ba’dal Yaum

Adinda tersayang mulai hari ini tidak ada lagi istirahat dalam dakwah

Tidak ada lagi istirahat

Tidak ada lagi istirahat

Dunia sudah dalam keadaan maksiat

Manusia sudah tidak kenal agama lagi

Manusia sudah tidak kenal Allah lagi

Manusia sudah tidak kenal Nabi SAW lagi

Adinda ku sayang

Didalam setiap doa dan munajat mu

Doakanlah ummat, Doakanlah ummat

Supaya diberi hidayah oleh Allah SWT

Supaya Allah SWT turunkan hidayah diseluruh alam

Akhir kata maafkanlah

Suamimu ini yang selalu berbuat dosa dan kesalahan.

Salam manis selalu buat mu wahai istriku tercinta

0 comments:

Post a Comment